Perlunya
Manajemen Dalam Pendidikan
semoga makalahnya bermanfaat bagi pembaca!!!!
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi rabbil’alamin, segala puji dan syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah melimpahkan seluruh rahmat
dan karunia-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah yang berjudul
“Perlunya Manajemen Dalam Pendidikan Islam”
Shalawat dan salam pemakalah sanjungkan kepada seorang pembawa agama yang sempurna dan diridhai Allah. Karena berkat kerja keras dan perjuangan beliau Islam dapat berdiri tegak diatas bumi Allah dan menjadi landasan hidup bagi seluruh umat manusia. Beliau adalah Nabi Muhammad Saw. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan serta ide-ide dalam penyusunan makalah ini. Selanjutnya tidak lupa pula rasa terimakasih penulis tujukan kepada dosen kami Bapak selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Pemakalah berharap makalah ini dapat memberi manfaat positif bagi setiap orang yang membacanya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat memberi pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen pendidikan
Shalawat dan salam pemakalah sanjungkan kepada seorang pembawa agama yang sempurna dan diridhai Allah. Karena berkat kerja keras dan perjuangan beliau Islam dapat berdiri tegak diatas bumi Allah dan menjadi landasan hidup bagi seluruh umat manusia. Beliau adalah Nabi Muhammad Saw. Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah memberi dukungan serta ide-ide dalam penyusunan makalah ini. Selanjutnya tidak lupa pula rasa terimakasih penulis tujukan kepada dosen kami Bapak selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Pemakalah berharap makalah ini dapat memberi manfaat positif bagi setiap orang yang membacanya. Semoga dengan adanya makalah ini dapat memberi pemahaman yang lebih baik mengenai manajemen pendidikan
28 juni 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Maslah 2
DAFTAR ISI ii
BAB I
PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Rumusan Maslah 2
BAB II
PEMBAHASAN 3
A. Definisi Manajemen Pendidikan 3
B. Manajemen pada Organisasi Pendidikan 4
C. Paradigma Baru Manajemen Pendidikan 6
PEMBAHASAN 3
A. Definisi Manajemen Pendidikan 3
B. Manajemen pada Organisasi Pendidikan 4
C. Paradigma Baru Manajemen Pendidikan 6
BAB III
PENUTUP 9
A. Kesimpulan 9
DAFTAR PUSTAKA
PENUTUP 9
A. Kesimpulan 9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan persoalan penting bagi semua
umat. Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu
dan masyarakat. Memang pendidikan merupakan alat untuk memajukan peradaban,
mengembangkan masyarakat, dan membuat generasi mampu berbuat banyak bagi
kepentingan mereka. Pendidikan tidak berada dalam ruang hampa. Artinya,
pendidikan selalu berada dalam konteks. Pendidikan merupakan wahana, sarana,
dan proses serta alat untuk mentransfer warisan umat dari nenek moyang kepada
anak cucu dan dari orang tua kepada anak.
akhir-akhir ini, segala sesuatu yang berkaitan dengan
manajemen menjadi hal yang sangat penting, bahkan hampir menjadi kebutuhan
setiap orang. Berbagai kajian dilakukan dengan pokok bahasan utama yaitu
manajemen. Bahkan kata manajemen juga dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat
metafisik, seperti kata-kata yang diungkapkan oleh Abdullah Gymnastiar, yaitu
manajemen qalbu.
Awal mula manajemen itu berkembang dan eksis dalam
segala yang berkaitan dengan bisnis. Namun dalam perkembangannya, manajemen
dipakai dalam berbagai bidang, baik pendidikan, maupun profesi lainnya. Bagi
sebuah organisasi, manajemen merupakan kunci sukses, karena sangat menentukan
kelancaran kinerja organisasi yang ditentukan. Tanpa manajemen, sebuah
organisasi apapun bentuknya akan sulit mengalami kemajuan.
Paradigma mengukur kemajuan suatu bangsa saat ini sudah bergeser, yaitu dari yang semula mengukur kemajuan suatu bangsa dengan bertumpu semata-mata pada kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi mengukur kemajuan suatu bangsa dengan bertumpu pada kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Paradigma mengukur kemajuan suatu bangsa saat ini sudah bergeser, yaitu dari yang semula mengukur kemajuan suatu bangsa dengan bertumpu semata-mata pada kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), menjadi mengukur kemajuan suatu bangsa dengan bertumpu pada kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM).
Untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang bermutu
tinggi, maka diperlukan pendidikan yang bermutu, berperadaban, efektif dan
efisien. Karena SDM yang bermutu hanyalah dapat dibentuk, dikembangkan segala
potensi dan kemampuannya melalui pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya.
Manajemen pendidikan sebagai suatu disiplin ilmu
memainkan peranan yang amat penting dalam mewujudkan system pendidikan yang
bermutu dan berkelanjutan. Manajemen system pendidikan amat penting karena
proses penataan sumber daya pendidikan (pengelolaan tenaga kependidikan,
kurikulum dan pembelejaran, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, serta
keterlibatan secara terpadu dan simultan antara pemerintah, sekolah dan
masyarakat) perlu dimenej secara professional.
Artinya seluruh sumber daya pendidikan yang ada, tidak
akan berpengaruh dalam pembangunan SDM yang bermutu, apabila manajemen
pendidikannya lemah. Dengan demikian, manajemen pendidikan yang professional
merupakan salah satu kunci penting dalam membangun system pendidikan Nasional,
dengan demikian akan dijelaskan lebih lanjut dalam makalah ini mengenai Dasar-
Dasar Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian manajemen pendidikan Islam?
2. Apa kedudukan manajemen dalam pendidikan?
3. Bagaimana Paradigma baru pendidikan Islam saat ini?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Manajemen dan Pendidikan
Banyak pakar manajemen yang mengemukakan pendapat
mereka tentang pengertian manajemen. Namun dalam perspektif lebih luas,
manajemen adalah suatu proses pengaturan dan pemamfaatan sumber daya yang
dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan
organisasi secara efektif dan ofisien. Dengan kata lain, organisasi adalah
wadah bagi operasionalisasi manajemen.
Dari segi bahasa, pendidikan berasal dari kata
education yang dapat diartikan pengembangan, pengajaran, perintah, dan
pembinaan kepribadian. Sedangkan dalam Bahasa Arab, kata pendidikan merupakan
terjemahan dari kata at-tarbiyah yang dapat di artikan proses menumbuhkan dan
mengembangkan potensi yang terdapat dalam diri seseorang, baik secara fisik,
psikis, sosial maupun spritual. Kata at-tarbiyah juga mencangkup pengertian
at-taklim, yaitu pengajaran tentang ilmu pengetahuan. Omar Muhammad al-Toumy
al-Syaibani berpendapat bahwa pendidikan adalah proses mengubah tingkah laku
individu pada kehidupan pribadi, masyarakat dan alam sekitarnya, dengan cara
pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi diantara
profesi-profesi asasi dalam masyarakat.
Jadi, secara sederhana dapat dipahami bahwa manajemen
pendidikan ialah suatu usaha penerapan prinsip-prinsip dan teori manajemen
dalam aktivitas pendidikan pada lembaga-lembaga pendidikan untuk mencapai
tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Berarti pangkal tolak kerangka
kerja manajemen pendidikan ialah prinsip-prinsip dan teori manajemen umum yang
diaplikasikan untuk mengelola kegiatan pendidikan pada suatu organisasi pendidikan
formal.
Pada hakikatnya, pendidikan Islam adalah suatu proses
yang berlangsung secara kontiniu dan berkesinambungan. Berdasarkan hal ini,
maka tugas dan fungsi yang perlu diemban oleh pendidikan Islam adalah
pendidikan manusia seluruhnya dan berlangsung sepanjang hayat. Konsep ini
bermakna bahwa tugas dan fungsi pendidikan memiliki sasaran pada peserta didik.
B. Manajemen Pada organisasi Pendidikan
Kehadiran berbagai organisasi dalam kehidupan
masyarakat merupakan salah satu fenomena kehidupan modern untuk membantu dan
mempermudah pemenuhan kebutuhan hidup manusia secara individu dan masyarakat.
Keanggotaan seseorang dalam organisasi menyebabkan timbulnya tuntutan
penggunaan uang, waktu dan kerja yang harus dipikul bersama dan berjalan secara
efektif serta efisien yang kemudian secara empirik munculah manajemen dalam
organisasi.
Perkembangan awal manajemen ditandai dengan sejarah
Yunani kuno dan kerajaan Romawi banyak memberikan bukti tentang pengetahuan
manajemen terutama dalam pengelolaan persidangan di pengadilan, praktek
pemerintahan, organisasi tentara, kesatuan usaha-usaha kelompok dan pelaksanaan
otoritas. Demikian pula organisasi gereja telah menggunakan struktur organisasi
sedunia yang menyusun otoritas sendiri sebagai bukti penerapan manajemen.
Ada peningkatan kesadaran terhadap pentingnya
manajemen yang baik bagi pelaksanaan berbagai kegiatan untuk mencapai kualitas
lembaga pendidikan atau sekolah yang efektif. Manajemen yang baik merupakan hal
yang esensial bagi semua sumber daya yang ada untuk dapat difungsikan dan
memberikan pengaruh secara maksimal dalam mencapai tujuan organisasi
pendidikan.
Kerangka kerja manajemen pendidikan bertolak belakang
dari prinsip suatu organisasi yang dibangun untuk mencapai tujuan tertentu
dengan sejumlah aktivitas. Tabarani Rusyan (1992:5) mengemukakan “manajemen
kependidikan merupakan usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang secara
bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan pendidikan yang dikehendaki.
Pendapat diatas menegaskan bahwa manajemen pendidikan
berisikan usaha bersama dari sejumlah orang yang terorganisir untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sebagai suatu usaha bersama
berarti manajemen pendidikan berlangsung dalam satu organisasi pendidikan
formal.
Menurut Fattah (1996) prinsip dasar dalam praktek
manajemen antara lain:
a. Menentukan cara/ metode kerja
a. Menentukan cara/ metode kerja
b. Pemilihan kerja dan pengembangan keahlian
c. Pemilihan prosedur kerja
d. Menentukan batas-batas tugas
e. Mempersiapkan dan membuat spesifikasi tugas
f. Melakukan pendidikan dan latihan
g. Menentukan sistem dan besarnya imbalan
Karakteristik khusus dari institusi pendidikan
menyebabkan dalam aplikasi model manajemen atau prakteknya dibuat dari bukan
semata-mata latar pendidikan. Tentu saja semua organisasi memiliki sifat khusus
tetapi berbeda kualitasnya dari sekolah yang terbatas validitas pendekatannya
yang dibawa dari industri atau perusahan komersial.
Begitupun untuk mencapai keberhasilan organisasi
pendidikan dalam mengeluarkan lulusan berkualitas menunjukkan betapa pentingnya
manajemen pendidikan. Dalam rangka mencapai efektivitas pendidikan di
sekolah-sekolah maka prinsip-prinsip dan teori-teori manajemen sebagai teknik
pengelolaan organisasi yang membuka peluang bagi kepala sekolah, pengajar,
pelatih, administrator, supervisor, laboran/ teknisi sumber belajar dn peneliti
sangat penting untuk diterapkan. Dengan kata lain, manajemen pendidikaan yang
efektif menjadi faktor determinan bagi mutu organisasi bagi mutu organisasi
pendidikan dimasa depan.
Owens (1991) menjelaskan bahwa manajemen pendidikan
berasal dari aktivitas dalam sekolah yang mencangkup pengelolaan aktivitas
pengajaran, kepemimpinan dan berbagai aturan, perencanaan, prosedur pelaksanaan
dan manajemen pengawasan.
C. Paradigma Baru Manajemen Pendidikan
Pendidikan sebagai sebuah sistem terdiri dari berbagai
kompenen yang antara satu dan yang lainnya saling berkaitan. Dalam Standar
Nasional Pendidikan sebagaimana digunakan sebagai acuan oleh BAN-PT, kompenen
pendidikan terdiri dari visi, misi, tujuan, kurikulum, proses belajar mengajar,
pendidik, peserta didik, manajemen pengelolaan, sarana prasarana, pembiayaan,
sistem komunikasi, lingkungan dan evaluasi pendidikan. Dalam berbagai kompenen
pendidikan tersebut telah terjadi paradigma baru sebagai akibat dari
pengembangan era globalisasi, reformasi, pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, ideologi sebuah bangsa dan perkembangan politik.
Membentuk masyarakat yang baru yaitu masyarakat madani
Indonesia tentunya memerlukan berbagai paradigma baru, karena paradigma lama
tidak memadai lagi. Paradigma tersebut harus mengarah kepada lahirnya suatu
bangsa Indonesia yang bersatu dan demokratis. Oleh karena itu, penyelenggaraan
pendidikan yang sentalistik baik didalam manajemen maupun didalam penyusunan
kurikulumharus diubah dan disesuaikan dengan tuntutan pendidikan yang
demokratis. Paradigma pendidikan baru bukanlah mematikan ke-Bhinnekaan malahan
mengembangkan kebhinnekaan menuju kepada terciptanya suatu masyarakat Indonesia
yang bersatu diatas kekayaan Kebhinnekaan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Paradigma baru pendidikan nasional haruslah dituangkan dan dijabarkan di dalam
berbagai program pengembangan pendidikan nasional secara bertahap dan
berkelanjutan.
Persoalan dasar dan tujuan pendidikan merupakan maslah
yang sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan karena dasar pendidikan
itu akan menentukan corak dan isi pendidikan. Tujuan pendidikan itu pen akan
menentukan kearah mana anak didik akan dibawa.
Berbagai paradigma baru dalam pendidikan: Pertama,
dari segi visinya, paradigma baru pendidikan harus diarahkan pada upaya
menyiapkan masa depan bangsa agar mampu berkompetisi di era global. Pendidikan
Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional,, harus menyesuaikan
visinya dengan visi pendidikan nasional tersebut. Visi dan orientasi pendidikan
Islam yang selama ini diarahkan pada masa lalu dengan cara mentransformasikan
berbagai ilmu keislaman yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan zaman,
harus mengalami perubahan.
Kedua, dari segi misinya, paradigma baru saat ini di
arahkan pada upaya: 1). Perluasan dan pemerataan memperoleh pendidikan yang
bermutu bagi seluruh rakyat Indonesi; 2). Membantu dan memfalitasi pengembangan
potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka
mewujudkan masyarakat belajar; 3). Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas
proses pendidikan untuk megoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
4). Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai
pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai
berdasarkan standar nasional dan global; dan 5). Memberdayakan peran serta
masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip ekonomi dalam
konteks NKRI.
Ketiga, dari segi tujuannya, paradigma baru pendidikan
saat ini tidak lagi bertumpu pada pemberian pengetahuan yang bersifat kognitif
yang sebanyak-bayanyaknya, melainkan harus disertai dengan mengamalkannya,
menginternalisasikannya dan menggunakannya bagi kepentingan masyarakat.
Keempat, dari segi kurikulum, paradigma baru pendidikan
menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kurikulum bukan hanya yang tertulis
diatas kertas, melainkan seluruh aktivitas yang memengaruhi terjadinya proses
pembelajaran. Kurikulum yag benar-benar aktual adalah kurikulum yang mengaruhi
aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Kelima, dari segi proses belajar mengajar, paradiga
baru pendidikan saat ini adalah proses pembelajaran yang dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, memberikan ruang yang cukup bagi prrakarsa, kreativitas
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan psikologi peserta didik. Untuk
itu, paradigma baru pendidikan dalam bidang proses belajar mengajar ini telah
bergeser dari semula berpusat pada guru kepada yang berpusat pada murid.
keenam, dari segi manajemen pengelolaannya, paradigma
baru pendidikan saat ini melihat, bahwa kegiatan pendidikan hanya harus
dikelola dengan pendekatan manajemen bisnis ang bertumpu pada pemberian
pelayanan yang memuaskan pada pelanggan sebagaimana yang dijumpai pada konsep
Total Quality Managament.
Inti dari paradigma baru pendidikan adalah
pemberdayaan masyarakat menjadi dasar dan muara dari kebijakan pendidikan
sampai kepada sekolah. Mengacu kepada paradigma baru pendidikan nasional
sebagaimana diungkapkan diatas, ada beberapa arah baru pengembangan pendidikan
nasional, yaitu:
a. Kesetaraan pelaksanaan sektor pendidikan dengan
sektor lain.
b. Pendidikan berorientasi rekonstruksi sosial.
c. Pendidikan dalam rangka pemberdayaan bangsa.
d. Pemberdayaan infrastruktur sosial untuk kemajuan
pendidikan nasional.
e. Pembentukan kemandirian dan keberdayaan untuk
kemajuan pendidikan nasional.
f. Penciptaan iklim kondusif untuk tumbuhnya toleransi
dan konsensus dalam kemajemukan.
g. Perencanaan terpadu secara horizontal (antar sektor)
dan vertikal (antar jenjang)
h. Pendidikan berorientasi peserta didik.
i. Pendidikan multikultural.
j. Pendidikan dengan perspektif global.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dapat disimpulakan bahwa manajemen pendidikan
merupakan proses penerapanprinsip dan teori manajemen dalam pengelolaan
kegiatan di lembaga pendidikan formal untuk mengefektifkan pencapaian tujuan
pendidikan. Penerapan manajemen dalam pengelolaa pendidikan di sekolah,
madrasah, pesantren atau universitas harus didukung sumber daya personil dan
sumber daya lain yang dimanfaatkan untuk mewujudkan kinerja organisasi
pendidikan yang tinggi dalam rangka mencapai mutu lulusa yang handal,
menggerakkan personil ini ada unsur pemberian motivasi, mengarahkan dan
memeimpin agar mereka bekerja sama dengan baik dan harmonis.
Manajemen Pendidikan Islam adalah proses pemanfaatan
semua sumber daya yang dimiliki (ummat Islam, lembaga pendidikan atau lainnya)
baik perangkat keras maupun lunak. Pemanfaatan tersebut dilakukan melalui
kerjasama dengan orang lain secara efektif, efisien, dan produktif untuk
mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan baik di dunia maupun di akhirat.
Banyak sekali para ulama di bidang manajemen yang menyebutkan tentang fungsi-fungsi manajemen diantaranya adalah Mahdi bin Ibrahim, dia mengatakan bahwa fungsi manajemen itu di antaranya adalah Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Bila Para Manajer dalam pendidikan Islam telah bisa melaksanakan tugasnya dengan tepat seuai dengan fungsi manajemen di atas, terhindar dari semua ungkupan sumir yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan Islam dikelola dengan manajemen yang asal-asalan tanpa tujuan yang tepat. Maka tidak akan ada lagi lembaga pendidikan Islam yang ketinggalan Zaman, tidak teroganisir dengan rapi, dan tidak memiliki sisten kontrol yang sesuai.
Perkembangan dunia saat ini bergerak sangat cepat. Seluruh kompenen pendidikan harus terus menerus diinovasikan dan dikembangkan sesuai dengan paradigma baru yang terus berkembang.
Banyak sekali para ulama di bidang manajemen yang menyebutkan tentang fungsi-fungsi manajemen diantaranya adalah Mahdi bin Ibrahim, dia mengatakan bahwa fungsi manajemen itu di antaranya adalah Fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
Bila Para Manajer dalam pendidikan Islam telah bisa melaksanakan tugasnya dengan tepat seuai dengan fungsi manajemen di atas, terhindar dari semua ungkupan sumir yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan Islam dikelola dengan manajemen yang asal-asalan tanpa tujuan yang tepat. Maka tidak akan ada lagi lembaga pendidikan Islam yang ketinggalan Zaman, tidak teroganisir dengan rapi, dan tidak memiliki sisten kontrol yang sesuai.
Perkembangan dunia saat ini bergerak sangat cepat. Seluruh kompenen pendidikan harus terus menerus diinovasikan dan dikembangkan sesuai dengan paradigma baru yang terus berkembang.
Lembaga pendidikan Islam khususnya dan lembaga
pendidikan pada umumnya, memiliki potensi dan peluang yang sama untuk
berkembang, sepanjang masing-masing lembaga pendidikan tersebut mampu
meresponsnya secara positif terhadap seluruh perkembangan paradigma baru
tersebut. Untuk melaksanakan berbagai paradigma baru pendidikan tersebut pada
akhirnya amat bergantung kepada kesiapan sumber daya manusianya. Untuk itu program
pengembangan sumber daya manusia padaa lembaga pendidikan merupakan sesuatu
yang mutlak dan perlu terus dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Rasyidin, Syamsul Nizar. 2005. Filsafat Pendidikan
Islam. Cet II. Ciputat: PT. Ciputat Press
Hasbullah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Cet I.
Jakarta: PT Raja Grafindo Pesada
Nata , Abuddin. 2011. Perspektif Islam Tentang
Strategi Pembelajaran. Cet I. Jakarta: Kencana.
Nata, Abuddin. 2011. Sejarah Pendidikan Islam. Cet I.
Jakarta: Kencana
Syafaruddin. 2005. Manajemen Lembaga Pendidikan Islam.
Cet I. Jakarta: Ciputat PressTilaar, H.A.R. 2004. Paradigma Pendidikan
Nasional. Cet II. Jakarta: PT Rineka Cipta
Good
BalasHapusThanks sangat bermanfaat ArtikelnyA
BalasHapusMantap jiwa
BalasHapusNice
BalasHapusSngat mmbantu skli
BalasHapusBagus
BalasHapus